Struktur Tanaman Anggrek part 2: Generatif
Struktur Tanaman Anggrek Generatif
Kita
lanjut dari pembahasan sebelumnya, yaitu organ-organ generatif pada tanaman
anggrek. Organ generatif adalah bagian dari tanaman yang berperan dalam proses
perkembangbiakan. Bagian-bagian tumbuhan ini yaitu bunga, biji, dan buah:
Bunga
Bunga
anggrek memiliki bentuk yang khas dan menjadi daya Tarik utama. Pertama, bunga
anggrek adalah salah satu bunga yang berbentuk zigomorf, artinya secara
struktur bunga kemiripan antara dua bagian atau simetris.
Dari gambar
di atas dapat dilihat bahwa bunga anggrek memiliki bentuk memiliki dua sisi
yang sama
Bunga
Anggrek juga memiliki bagian-bagian yang tidak kalah unik. Berikut adalah
bagian-bagian bunga anggrek:
1.
Bunga
anggrek memiliki tiga sepal (kelopak) yang terdiri dari sepal tengah dibagian
atas bunga dan sepal lateris bagian bawah dekat labellum, dan tiga petal (mahkota)
yang terdiri dari dua petal bagian atas dekat sepal tengah, serta satu petal termodifikasi
menjadi labellum (lidah bunga yang berfungsi untuk penyerbukan).
2.
Kolumna
yang terletak di dalam bibir (labellum) adalah hasil fusi antara benang sari
(stamen) dan putik (pistil).
3.
Polinia
adalah gumpalan benang sari yang menempel menjadi satu unit padat. Bagian ini
ditemukan di bunga anggrek.
4.
Ovarium
atau telur buah yang terletak di bawah (inferior ovary)
Berikut
adalah visualisasi bagian-bagian bunga anggrek. Source: https://4.bp.blogspot.com/-IBnRN37T9UM/WS9uDWcoE_I/AAAAAAAAD7s/naFpUME-5LIA7gqorlKSS9wHX0yVZgIOgCLcB/s1600/bunga.jpg
Dari bagian-bagian
tersebut, fungsi utama dari bunga yaitu sebagai tempat prosesnya penyerbukan
dan pembuahan.
Buah
Tanaman anggrek
memiliki buah yang beberbentuk kapsul Panjang setelah terjadi proses pembuahan.
Buah ini berukuran sangat kecil dan ringan, sehingga mudah berterbangan oleh
angin. Ketika matang, buah akan pecah dan melepaskan biji.
Biji
Ringan, kecil,
dan sperti debu. Biji tanaman anggrek ini adalah hasil dari proses matangnya
buah. Biji tidak memiliki Endosperma sebagai Cadangan makanan, sehingga untuk mendapatkan
makanan, meraka memerlukan jamur mikrozoa untuk mengasupi nutrisi dari hasil simbiosis.

