Struktur Tanaman Anggrek part 1: Vegetatif

Struktur Tanaman Anggrek 

            Sama dengan halnya tumbuhan lain, tanaman anggrek memiliki struktur tubuh juga. Beberapa tanaman anggrek memiliki struktur tubuh yang sederhana tetapi beberapa mempunyai organ tubuh ciri khas mereka sendiri. Yuk kita jelajah struktur tanaman anggrek dan mengetahui fungsi masing-masing bagiannya!

            Sebelum ke bagian-bagian tanaman anggrek harus diketahui terlebih dahulu bahwa tanaman anggrek termasuk tanaman Angiospermae, artinya ovule atau telur reproduksi tertutup dan proses pembuahan terjadi di dalam indung telur. Setelah disebut tadi mari kita bahas organ tanaman bunga anggrek. Organ Tanaman anggrek terbagi menjadi dua yaitu organ vegetatif dan organ generatif. Organ tubuh vegetative yaitu bagian dari tumbuhan yang tidak terlibat dalam proses reproduksi, melainkan berfungsi untuk pertumbuhan, fotosintesis, dan penyimpanan nutrisi. Organ bagian ini terdiri dari akar, batang, dan daun. Sedangkan organ tubuh generative berperan penting dalam proses reproduksi. Organ bagian ini terdiri dari bunga, biji, dan buah. 


bisa dilihat dari gambar tersebut adalah bagian tubuh yang terdapat pada tanaman angrek. Perlu diketahui juga beberapa media tanam tanaman anggrek pot dan stake atau tiang pada untuk melurus tanaman supaya tidak jatuh, seperti pada gambar. Source: https://miro.medium.com/v2/resize:fit:637/1*EetE0oPbrOpEhP6FN7Kw_g.png

 

nah karena kita sudah mengetahui peran berbagai organ tanaman anggrek, baik vegetatif dan generatif, mari kita mulai dari bagian organ vegetatif, mulai dari:

1.     Akar

Akar tanaman anggrek tertrukstur dengan cara yang unik. Akar tanaman terdiri dari dua jenis; akar epifit (epiphyte) yaitu jenis akar yang ditemukan pada tanaman anggrek yang hidup di pohon atau tenaman lain, dan akar tanah (terrestrial) akar yang ditemukan pada tanaman anggrek yang tumbuh di tanah. pada akar epifit, akar ditutupi oleh lapisan spons berwarna keperakan yang disebut velamen. Velamen ini berfungsi untuk menyarap air dan nutrisi dari udara. Di ujung akar terdapat baigan yang berwarna hijau kecoklatan. Bagian mengandung klorofil, sehingga dapat berperan dalam fotosintesis.


1.     Batang

Setiap tanaman pasti memiliki batang, dan hal itu tidak lain dengan tanaman anggrek. Batang anggrek relative tebal, terdiri dari buku dan ruas. Batang pada tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe, yaitu monopodial dan simpodial. Batang monopodial memiliki batang utama yang akan terus-menerus tumbuh dan tidak terbatas. Jenis tanaman anggrek yang tergolong monopodial diantaranya; vanda, dan phaleanopsis. 


Kembali ke gambar diatas, terlihat bahwa tanaman anggrek tersebut termasuk tipa monopodial karena batang tersebut tumbuh tidak terbatas sampai harus dibantu dengan penyangga. 

 

Selain itu, batang simpodial memiliki batang utama yang tersusun oleh ruas-ruas dimana pangkal baru membentuk dari pangkal lama. Tipe batang ini dapat ditemukan di jenis bunga anggrek dendrobium, dan cattleya.

Pada tipe batang sympodial ini juga terdapat bagian batang yang disebut pseudobulb (umbi semu), yaitu batang menebal untuk menyimpan air dan zat makanan seperti karbohidrat.

1.     Daun

        Walaupun pada akar memiliki bagian ujung untuk membantu fotosintesis, fungsi Fungsi itu terutama dilakukan oleh struktur bagian daun. Daun pada anggrek cenderung tebal, berdaging (sukulen) dan berwarna hijau. Bentuknya bervariasi, tergantung spesies tanaman anggrek mulai dari lonjong, pita, hingga lanset. Daun-daun ini tersusun berseling atau berhadapan pada batang. Fungsi utama dari yaitu fotosintesis, tetapi berfungsi sebagai respirasi.

 

Popular posts from this blog

Perkenalan Dasar Tentang Bunga Anggrek

Struktur Tanaman Anggrek part 2: Generatif

Biomimikri: Cara Adaptasi Dengan Cara Meniru yang Terdapat Pada Bunga Anggrek